Beban yang hilang

“woy, cepet keburu matahari naik tinggi nih” teriak Raka, mata nya bersinar dengan semangat.

Empat teman lain nya menangguk dan mempercepat langkah mereka, Rino, Eka, Jean dan Rev. salah satu menjawab Raka “gasabar banget, terakhir kita muncak bareng udah 6 bulan lalu ya?”

Mereka sangat bersemangat diatas mobil truk milik kenalan Jean, sesekali bercanda dan berfoto, hingga beberapa hingga sulit bernapas.

hingga mereka sampai didepan gerbang gunung itu, betapa lebar nya senyum ny,dan semangat mereka terasa,untuk pertama kalinya setelah lulus kuliah mereka naik gunung lagi.

di setengah jalan menuju pos satu, Rev sudah mengeluh ‘ini kenapa tas gue berat banget ya?” keluhnya sambil mengusap keringat di dahi nya. “iya, sekitar 10-15kg kan” sebenarnya disana  Rev merasakan lebih dari itu, tapi dia tidak mau temannya khawatir dan hanya mengira “mungkin gue emang lagi ga fit”

tapi hingga darisana hingga pos tiga semua bernapas terengah-engah, setiap langkah seperti ada yang menarik dari belakang, terasa berat, semua hanya diam,tidak ada lagi obrolan ataupun bercandaan.

meski begitu mereka menolak beristirahat untuk waktu yang lama di pos tiga, karena jarak dari pos tiga hingga pos empat cukup dekat, jadi mereka memaksakan diri meski lelah.

langkah mereka benar-benar berat, namun, tak ada yang berani bicara. hingga ditengah jalan, Raka sudah cukup lelah “guys, berhenti dulu disitu,gue bener-bener capek, 15 menit aja” semua nya setuju karena mereka juga lelah.

tak jauh dari sana, ada sebuah pohon tumbang yang cuku besar untuk duduk, semaunya mulai meletakkan tas nya dan minum, entah mengapa disana cukup sejuk…

saat Raka mengangkat tas nya llagi, dia hampir kehilangan keseimbangan, bukan karena berat, tapi… tas nya amat sangat ringan, dia sampai mengecek isinya,tapi semua lengkap, empat teman lain nya juga berjalan dengan lebih santai.

diperjalanan hingga ke puncak, mereka sesekali bercanda dan mengambil foto, hingga saatnya mereka turun dan sampai dibawah.

di basecamp Reno tiba-tiba berkata “abis istirahat dibawah pohon, tas kalian berasa ringan ga?” Raka lngsung menoleh dan menagngguk, beberapa teman lain nya juga  mengaku hal yang sama.tapi mereka tidak ambil pusing.

karena kadang di gunung ada tempat yang sebaiknya tidak dijadikan tempat beristirahat. Ada yang percaya, kalau tiba-tiba bebanmu terasa jauh lebih ringan tanpa alasan… mungkin ada ‘yang lain’ yang sedang membantu membawanya. Selama kamu tidak mengganggunya dan pulang dengan selamat, cukup ucapkan syukur dan jangan kembali mencari tahu.